Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keuangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2015

Konsep Akuntansi (2)

Basis Akuntansi

Basis akuntansi merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang menentukan kapan pengaruh atas transaksi atau kejadian harus diakui untuk tujuan pelaporan keuangan.

Pada umumnya, terdapat dua basis akuntansi
1. basis kas (cash basis of accounting)
2. basis akrual (accrual basis of accounting).

apa beda keduanya?

menurut pemahaman saya
basis kas itu berdasarkan kapan uang tersebut diterima/ dikeluarkan secara real.
sedangkan basis akrual itu berdasarkan kapan uang tersebut seharusnya diterima/ dikeluarkan.

jadi misalkan kamu beli suatu barang pada bulan desember, tapi kamu bayarnya bulan januari.
jadi menurut basis kas, keuangan tersebut dicatat pada bulan januari (uangnya dikeluarkan bulan januari)
sedangkan menurut basis akrual, keuangan tersebut dicatat pada bulan desember walaupun uangnya dibayarkan bulan januari(uangnya seharusnya dikeluarkan bulan desember, karena pembelian terjadi di bulan desember)

berikut penjelasan dari modul

Basis Kas
Pendapatan menurut pencatatan dengan basis kas adalah semua penerimaan dalam bentuk tunai atau kas yang dicatat di buku bank perusahaan.
Jumlah pendapatan yang dilaporkan adalah sama dengan total uang yang diterima oleh perusahaan pada suatu periode.
Di lain pihak, pengertian beban adalah seluruh pengeluaran yang dibayar oleh perusahaan.
Dengan demikian, total beban yang dilaporkan pada suatu periode adalah total pengeluaran yang tercatat pada buku bank perusahaan.
Pada akhirnya, laba atau rugi yang merupakan selisih antara pendapatan dengan biaya, bila digunakan basis kas dapat diketahui secara cepat dengan menghitung berapa saldo kas yang ada pada akhir periode.

Basis akrual 
Basis akrual melakukan pencatatan berdasarkan apa yang seharusnya menjadi pendapatan dan beban perusahaan pada suatu periode.
Dengan demikian, suatu perusahaan akan mencatat pendapatannya berdasarkan seluruh pendapatan yang telah menjadi hak perusahaan, terlepas apakah hak ini telah diwujudkan dalam bentuk penerimaan kas atau tidak, demikian juga dengan beban.

Secara singkat terlihat bahwa metode pencatatan basis akrual lebih memberikan gambaran yang tepat mengenai kondisi keuangan perusahaan.
Basis kas lebih mudah dilakukan serta memberikan gambaran yang mudah dimengerti mengenai status surplus atau defisit perusahaan dikaitkan dengan saldo kas yang dimiliki.

selain kedua basis diatas, ada juga alternatif lain basis akuntansi, yaitu Basis Modified Accrual Basis (Basis Akrual yang Dimodifikasi).
Basis ini merupakan suatu basis akuntansi yang mengadakan pemisahan dengan cara pendapatan dicatat berdasarkan basis kas, sedangkan biaya berdasarkan basis akrual.
Sebaliknya, untuk beban justru basis akrual yang dipakai karena pertimbangan perusahaan yang tidak dapat mengelak atau membatalkan tagihan sepanjang jasa atau produk sudah dinikmati oleh perusahaan. Bila pemasok sudah mengirimkan tagihan, maka perusahaan sudah mencatatnya sebagai biaya meskipun pembayarannya baru dilakukan tahun berikutnya.


Sumber : Modul Gambaran Umum Akuntansi Berbasis Akrual
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
2014

Rabu, 05 Agustus 2015

Konsep Akuntansi (1)

PENGERTIAN AKUNTANSI
Dari segi proses, akuntansi adalah suatu keterampilan dalam mencatat, menggolongkan dan meringkas transaksi-transaksi keuangan yang dilakukan oleh suatu lembaga atau perusahaan serta melaporkan hasil-hasilnya di dalam suatu laporan yang disebut sebagai laporan keuangan.

Dari segi fungsinya, akuntansi merupakan suatu kegiatan jasa yang berfungsi menyajikan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan, dari suatu lembaga atau perusahaan yang diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi di antara berbagai alternatif tindakan.


Jadi fungsi akuntansi pada dasarnya adalah untuk memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan
keputusan.

Secara umum, akuntansi dibagi dalam tiga cabang, yaitu:
1. akuntansi keuangan,
2. akuntansi manajemen,
3. akuntansi pemerintahan.

secara umum pada ketiga cabang diatas, siklus yang terjadi pada dasarnya sama, yaitu seperti gambar di bawah.
Berdasar gambar di atas dapat kita uraikan bahwa siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
  1. Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
  2. Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal(buku harian)
  3. Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke akun Buku Besar.
  4. Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo untuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
  5. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
  6. Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
  7. Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporan
  8. Perubahan Modal dan Neraca (akuntansi komersial).

Akuntansi Pemerintahan memiliki karakteristik khusus diantaranya lebih menekankan pada pencatatan pelaksanaan anggaran negara serta pelaporan realisasinya. Hal tersebut yang terkadang
menyebabkan akuntansi pemerintahan disebut sebagai akuntansi anggaran.

Sumber : Modul Gambaran Umum Akuntansi Berbasis Akrual
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
2014