Tampilkan postingan dengan label bni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bni. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Desember 2015

Pembuatan/Penggantian Paspor di Kantor Imigrasi Bengkulu

tanggal 26 agustus 2015 aku perpanjang paspor di Bengkulu, sebelumnya paspor dibikin di pati, tapi karena sekarang domisili bengkulu ya bikin di bengkulu (KTP masih jawa, KK pun masih ikut orang tua)

Kantor imigrasi bengkulu CUMA ADA SATU, di jalan pembangunan No. 2 Padang Harapan, kalau mau nanya2 bisa telpon dulu ke 0736 21675 atau 0736 27979

jadi aku dateng ke ke kantor imigrasi sekitar jam 8.45 waktu itu kantornya masih di renovasi,
jadi parkir di sebelah kanan dan masuk keruang yang ada didepan parkiran.

Masuk ruangan, yang pertama bingung, ga ada petugas yang menyambut, kayak sekuriti di bank-bank sekarang.
Ada mesin nomer antrian, tapi mati,.
Jadinya langsung nanya ke petugas yang ada di pojokan, dan ternyata memang disitu tempat buat daftar antrian.
tempat ngambil nomor antrian

Jam segitu dapat nomer urut 34, sedangkan di display, yang sedang dilayanin nomer B008.
5 menit kemudian dipanggil sama petugas yg tadi untuk ngeliatin persyaratannya kita, udah lengkapkah?

Apa aja persyaratannya?
1. Fotokopi halaman depan paspor lama 1 lembar (untuk penggantian)
2. Paspor lama asli (untuk penggantian)
3. Kartu keluarga asli
4. Akta kelahiran asli/ijazah/surat nikah asli
5. KTP Asli
6. BAYAR



Disana juga ada fasilitas fotokopi, di lantai 2.
Tapi mending fotokopi dan beli materai 6000 dulu sebelum dateng, soalnya fotokopi perlembarnya seribu.. lumayan kan  -.-
Terus surat pernyataan dan materai 6000 sama sampul paspor baru harganya Rp 22.000

Setelah itu isi form surat pernyataan dan kembali ke petugas yang tadi sekitar pukul 9.15,
nah setelah itu baru kita dapet nomer antrian B016 untuk ngalanjutin ke counter 1 waktu itu udah antrian B012.
counter 1 (kanan) dan 2 (kiri)

Dipanggil sekitar jam 9.40,nyerahin berkas-berkas kemudian nunggu panggilan lagi buat ke counter 4 jam 10.40 untuk foto dan wawancara.
Foto harus kelihatan kening tulang pipi dan alis.
Selesai jam 10.50 dan dapet 2 lembar kertas untuk pengambilan paspor pada tanggal 1 september 2015 (jangka pembuatan paspor 1 minggu) dan pembayaran ke BNI sebesar 355ribu yang dilakukan paling lambat 7 hari kerja setelah pembuatan paspor .
lembar untuk ngambil paspor baru

lembar untuk membayar ke BNI

kemudian setelah dari kantor imigrasi pergi ke BNI di simpang 5 bengkulu, untuk pembayarannya ke teller 7, biaya administrasi sebesar 5000
bukti pembayaran dari BNI

Kamis, 24 April 2014

Persiapkan Dana Pensiun Sejak Dini Dengan BNI Simponi

Pensiun. Kata itu sepertinya menjadi momok bagi sebagian besar para pekerja kantoran. Ya, saat waktu itu tiba, mereka tidak lagi bekerja seperti biasanya, berangkat ke kantor pagi-pagi, pulang sore hari, dan tentunya mendapatkan gaji di akhir atau awal bulan. Walaupun mereka akan tetap terus mendapatkan uang setiap bulan berupa uang pensiun, namun nominalnya berbeda.

Hal ini pula yang ditakuti ayah saya. Beliau adalah seorang karyawan swasta yang nantinya uang pensiun yang diterima sangat jauh bila dibandingkan dengan gaji yang diterima ketika masih bekerja. Selain itu nominal uang pensiun akan tetap, tidak akan naik meskipun terjadi inflasi. Berbeda dengan PNS yang uang pensiunnya tidak terlalu jauh dengan gaji pokok yang diterima, serta uang pensiun akan ikut dinaikkan menyesuaikan dengan perkembangan harga.

Namun alhamdulillah,ayah saya merupakan salah satu nasabah BNI, sehingga beliau mengetahui adanya salah satu produk dari BNI yang bernama BNI Simponi. Waktu itu ayah saya menyebut BNI simponi dengan sebutan DPLK. Dan akhirnya beliau mendaftar sebagai salah satu nasabah dari BNI Simponi. Dana yang terkumpul di BNI Simponi ini nantinya bisa langsung diambil secara keseluruhan atau bisa juga diambil perbulan ketika nasabah telah mencapai umur pensiun yang telah ditetapkan. 

Tidak hanya berhenti disitu saja, ketika saya cukup umur dan memiliki kartu pelajar, ayah saya langsung mendaftarkan diri saya untuk menjadi nasabah BNI Simponi. Saya masih ingat waktu itu kami pergi ke kota kabupaten untuk mendaftarkan saya sebagai nasabah BNI Simponi. Sejak saat itu, saya selalu menyisihkan uang 25.000 rupiah setiap bulannya untuk ditabung di BNI Simponi, saat itu uang sebesar itu cukup besar mengingat saya masih SMP ketika menjadi nasabah dan alhamdulillah tabungan tersebut masih berjalan sampai sekarang.

Ya, pertama kali mendaftar menjadi nasabah, saya tidak mengerti mengapa saya menabung namun tidak bisa diambil sewaktu-waktu ketika saya butuh. ketika saya ingin makan es krim namun tidak punya uang misalnya. Pemikiran anak-anak memang. Namun sekarang saya mengerti, tabungan itu ditujukan untuk uang pensiun saya ketika saya telah berumur lanjut, tabungan tersebut akan berguna. 

Tak ada yang tau, apa pekerjaan saya nanti, seberapa besar uang pensiun saya nanti, seberapa banyak tanggungan (anak yang masih bersekolah misalnya) yang masih harus saya tanggung ketika saya tak lagi bisa bekerja. Untuk itu mempersiapkan dana pensiun sangatlah diperlukan. 

Lalu mengapa harus sejak dini? selain baik untuk membiasakan diri untuk disiplin menabung, hal ini juga berguna untuk kedepannya, karena semakin besar dana yang terkumpul pada tabungan kita, maka jumlah uang yang akan didapatkan nanti yang akan kita terima sebagai uang pensiun dari BNI akan semakin besar pula. Dan saya membenarkan pemikiran ayah saya yang langsung mendaftarkan diri saya sebagai nasabah BNI Simponi sejak saya berusia belasan tahun.



Ketika anda memikirkan masa depan ketika anda tak lagi bisa bekerja, maka BNI Simponi lah solusinya. 
(Untuk info lebih lengkap bisa dilihat di http://bit.ly/BNI_Simponi.)